Logo Yayasan GambutYG GeoPortalWebGIS Yayasan Gambut
NASIONAL → PROVINSI → KONTRIBUSI TAPAK

RPPEG Nasional dan RPPEG Provinsi Riau

Menunjukkan bagaimana arah perlindungan gambut nasional dijabarkan untuk kondisi Riau, lalu dihubungkan dengan pemulihan hidrologi, revegetasi, pencegahan kebakaran, penghidupan masyarakat, dan data lapangan Yayasan Gambut.

DUA TINGKAT PERENCANAAN2020–2049 → 2021–2050RPPEG Nasional menjadi dasar penyusunan RPPEG Riau. Implementasi tapak mengikuti kewenangan, KHG, fungsi, kondisi, dan prioritas wilayah.
2020–2049RPPEG NasionalSK.246/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2020
2021–2050periode RPPEG Riauarah perlindungan dan pengelolaan jangka panjang
11kabupaten/kotatercakup dalam tabel areal indikatif pemulihan
5kelas prioritas pemulihandari rusak sangat berat sampai tidak rusak
4kelompok rencana utamapemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, iklim
KERANGKA NASIONAL

RPPEG Riau adalah penjabaran RPPEG Nasional

Hubungannya bersifat hierarkis. Arah nasional wajib diterjemahkan menggunakan data KHG, fungsi ekosistem, kondisi kerusakan, kebutuhan masyarakat, serta kewenangan pemerintah daerah.

LANDASANPP 71/2014 jo. PP 57/2016Perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut
TATA CARAPermen LHK P.60/2019Penyusunan, penetapan, dan perubahan RPPEG
NASIONALRPPEG Nasional 2020–2049SK.246/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2020
PROVINSIRPPEG Riau 2021–2050Kepgub Riau No. 803/IV/2022
Muatan RPPEG NasionalPenjabaran dalam RPPEG RiauEvidence kontribusi YG
Arah perlindungan dan pemanfaatan gambut nasionalKHG, fungsi lindung/budidaya, potensi, pemanfaatan, dan isu strategis RiauPeta lokasi program, agroforestri ramah gambut, dan pendampingan masyarakat
Pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan kerusakanKelas kerusakan serta areal indikatif pemulihan per kabupaten/kotaSekat kanal, FDRS/TMAT, pertanian tanpa bakar, revegetasi, dan monitoring
Pencadangan dan pelestarian fungsi ekosistemAreal pencadangan, fungsi lindung, tutupan berhutan, dan biodiversitas RiauPerlindungan habitat, pembibitan, revegetasi, dan data biodiversitas
Mitigasi dan adaptasi perubahan iklimPrioritas mitigasi, peningkatan stok karbon, ketahanan ekosistem dan masyarakatRewetting, pengendalian karhutla, agroforestri, KUPS/KWT, dan capacity building
Monitoring, evaluasi, data, dan koordinasiSistem informasi serta koordinasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat di RiauWebGIS, evidence lapangan, data spasial, dan kemitraan multipihak

Prinsip penurunan kebijakan: keselarasan dengan RPPEG Riau otomatis menunjukkan dukungan terhadap arah RPPEG Nasional, tetapi klaim lokasi tetap harus dibuktikan terhadap KHG, fungsi ekosistem, kondisi kerusakan, dan kelas prioritas dalam dokumen provinsi.

POSISI KEBIJAKAN

RPPEG melengkapi NDC dan FOLU Net Sink

NDC menetapkan komitmen iklim, FOLU menetapkan jalur sektor lahan, sedangkan RPPEG memberi arah spasial dan pengelolaan khusus ekosistem gambut.

STRUKTUR RPPEG

Empat kelompok rencana utama

Struktur ini mengikuti tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, program, kegiatan, dan target dalam dokumen RPPEG Riau.

1

Pemanfaatan

Pemanfaatan fungsi lindung dan fungsi budidaya sesuai daya dukung, daya tampung, serta karakteristik ekosistem gambut.

2

Pengendalian

Pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan kerusakan melalui restorasi, rehabilitasi, suksesi alami, tata air, dan pengendalian kebakaran.

3

Pemeliharaan

Pencadangan areal dan pelestarian fungsi, termasuk konservasi biodiversitas serta monitoring pemanfaatan ekosistem.

4

Mitigasi & adaptasi

Penurunan emisi, pemeliharaan simpanan karbon, ketahanan ekosistem dan masyarakat, serta pembangunan wilayah rendah karbon.

PRIORITAS WILAYAH

Areal indikatif pemulihan di wilayah kerja YG

Angka merupakan total kelas Prioritas I–V per kabupaten/kota dalam dokumen RPPEG. Sorotan menunjukkan kabupaten/kota yang beririsan dengan kegiatan Yayasan Gambut.

BENGKALIS · FOKUS YG647.147,86 haTotal areal indikatif pemulihan
SIAK · FOKUS YG552.255,38 haTotal areal indikatif pemulihan
ROKAN HILIR · FOKUS YG623.972,38 haTotal areal indikatif pemulihan
PELALAWAN · FOKUS YG780.234,67 haTotal areal indikatif pemulihan
KAMPAR · FOKUS YG225.839,90 haTotal areal indikatif pemulihan
DUMAI · FOKUS YG217.226,03 haTotal areal indikatif pemulihan

Definisi kelas: Prioritas I = rusak sangat berat; Prioritas II = rusak berat; Prioritas III = rusak sedang; Prioritas IV = rusak ringan; Prioritas V = tidak rusak. Keselarasan lokasi YG ke kelas prioritas belum diklaim sebelum overlay spasial dengan peta lampiran RPPEG.

MATRIKS KONTRIBUSI YG

Kegiatan lapangan dan arah RPPEG

Pemetaan mempertahankan satuan capaian asli. Status kontribusi akan diperkuat melalui overlay KHG, fungsi ekosistem, kelas kerusakan, dan areal prioritas.

Kegiatan YGJalur RPPEGKontribusi yang didukungEvidence publik
Sekat kanal dan pembasahan kembaliPengendalianPemulihanPemulihan fungsi hidrologis, restorasi gambut rusak, dan pengurangan risiko kebakaran.Peta sekat kanal & FDRS →
FDRS/TMAT dan monitoring hidrologiPencegahanMonitoringPeringatan dini, pemantauan muka air tanah, dan sistem informasi pemulihan yang terukur.Karhutla & cuaca →
Revegetasi geronggang dan tanaman gambutRevegetasiPelestarianRehabilitasi lahan rusak, pemulihan tutupan, peningkatan stok karbon, dan biodiversitas.Peta restorasi gambut →
Kopi Liberika, nanas, dan agroforestriPemanfaatanRevitalisasiPemanfaatan fungsi budidaya yang adaptif, pertanian tanpa bakar, dan ekonomi masyarakat.Area agroforestri →
Pencegahan dan respons karhutlaPencegahanPenanggulanganKapasitas kelembagaan, pembukaan lahan ramah lingkungan, dan penurunan risiko kerusakan.Pemantauan karhutla →
KTH, KUPS, KWT, perempuan, dan pemudaRevitalisasiAdaptasiPemberdayaan ekonomi, kapasitas adaptif, partisipasi masyarakat, dan penguatan kelembagaan.Pelibatan masyarakat →
WebGIS dan monitoring lapanganDataMRVData perlindungan dan pengelolaan gambut yang terukur, terlaporkan, dapat diverifikasi, dan spasial.Monitoring lapangan →
BATAS PELAPORAN

Keselarasan program, bukan klaim luas prioritas

Angka RPPEG menunjukkan areal indikatif kebijakan pemerintah. Yayasan Gambut hanya mengklaim lokasi dan capaian yang mempunyai evidence program. Hubungan suatu lokasi YG dengan KHG, fungsi lindung/budidaya, tingkat kerusakan, atau kelas prioritas harus dibuktikan melalui overlay spasial.

STATUS: PEMETAAN KEBIJAKAN
DOKUMEN ACUAN

Sumber kebijakan dan landasan hukum

Dokumen utama tersimpan pada Google Drive YG; landasan hukum tersedia melalui basis peraturan resmi.