YG GeoPortal
Prioritas Rehabilitasi Mangrove

7 DESA INTERVENSI · RIWAYAT 2016–2025 · KONDISI TERBARU 2026

Prioritas rehabilitasi mangrove

Penilaian kebutuhan rehabilitasi, kelayakan penanaman, risiko, rekomendasi tindakan, dan ranking polygon per desa.

Ajukan permintaan data Ringkasan tersedia setelah permintaan tercatat. Data polygon ditinjau YG.

Memuat hasil…

Hasil disusun dari analisis penginderaan jauh, perubahan abrasi–akresi 2016–2025, kondisi pesisir, dan data lingkungan yang tersedia.

Desa dianalisis0lokasi intervensi pesisir YG
Polygon prioritas0memiliki ID dan ranking
Area kandidatsetelah penyaringan jalan
Tahun pengamatan terbaru2026diperbarui otomatis setiap Januari

METODE TERBUKA

Bagaimana data prioritas dihasilkan

Setiap polygon berasal dari pengolahan citra satelit dan aturan yang sama untuk seluruh wilayah. Hasilnya merupakan penyaringan awal untuk menentukan lokasi yang perlu ditinjau lebih dahulu—bukan penetapan lokasi tanam.

1Citra dipilih

Sentinel-2 Level-2A periode April–September 2016 dan 2025 digunakan sebagai pembanding. Citra terbaru 2026 digunakan untuk memeriksa kondisi terkini.

2Awan disaring

Awan, bayangan awan, dan piksel tidak valid dikeluarkan. Maksimal lima citra yang memenuhi syarat digabungkan menjadi komposit median beresolusi 10 meter.

3Perubahan dibaca

Indeks NDVI, NDMI, dan MNDWI membantu membedakan vegetasi mangrove, lahan basah terbuka, daratan, dan perairan.

4Kandidat dibentuk

Kehilangan mangrove indikatif dan lahan terbuka basah dekat perairan dikelompokkan menjadi polygon. Area penanaman YG yang sudah tercatat dikeluarkan.

5Polygon dinilai

Setiap polygon memperoleh skor kebutuhan, kelayakan indikatif berbasis citra, dan risiko operasional dalam rentang 0–100.

6Tindakan disarankan

Aturan berurutan menghasilkan kelas P1–P5, X, atau U. Ranking menentukan urutan tinjauan, sementara kelas menunjukkan jenis tindakan.

Data yang digunakan

Sentinel-2 2016Kondisi awal tutupan mangrove
Sentinel-2 2025Kondisi pembanding dan kehilangan indikatif
Citra terbaru 2026Memastikan kandidat masih terbuka
Batas desaMengelompokkan hasil per wilayah administrasi
Perubahan pesisirMenentukan sabuk fokus analisis pesisir bila tersedia
Area penanaman YGMencegah lokasi tercatat dihitung kembali

Sumber citra: Copernicus Sentinel-2 Level-2A melalui Microsoft Planetary Computer.

Arti tiga skor

Kebutuhan
Seberapa besar kebutuhan pemulihan berdasarkan kehilangan mangrove tingkat desa dan ukuran polygon.
Kelayakan indikatif
Seberapa mendukung kondisi yang terbaca dari citra, peluang lahan basah terbuka, kestabilan tutupan, dan kualitas observasi.
Risiko operasional
Seberapa besar kehati-hatian yang diperlukan berdasarkan kehilangan mangrove, luas polygon, dan keterbatasan kelayakan.

Kelayakan ini belum mencakup pengukuran langsung salinitas, substrat, elevasi pasang surut, gelombang, status lahan, akses, atau persetujuan masyarakat.

Lihat parameter teknis dan rumus penilaian

Pembentukan kandidat

  • Komposit menggunakan maksimal lima citra per periode dengan penyaringan piksel berdasarkan Scene Classification Layer Sentinel-2.
  • Indikasi mangrove: NDVI >0,48; NDMI >0,08; dan MNDWI <0.
  • Kandidat harus berupa kehilangan atau peluang lahan basah terbuka yang berdekatan dengan air dan konteks mangrove, masih terbuka pada citra terbaru, serta bukan area penanaman YG yang sudah tercatat.
  • Bila data perubahan pesisir tersedia, analisis difokuskan pada sabuk hingga 2,5 km dari area perubahan tersebut.

Skor dan ranking

Skor desa dibentuk dari luas serta proporsi kehilangan mangrove, peluang lahan terbuka, kestabilan tutupan, dan cakupan piksel valid. Skor polygon kemudian disesuaikan menurut luas polygon.

Skor ranking = 45% kebutuhan + 35% kelayakan + 20% × (100 − risiko)

Skor ranking hanya mengatur urutan review. Rekomendasi tindakan tetap ditentukan oleh aturan kelas di bawah.

Wajib diverifikasi di lapangan

Polygon dan rekomendasi bukan penetapan lokasi tanam. Sebelum intervensi, YG perlu memeriksa hidrologi pasang surut, elevasi, substrat, salinitas, gelombang dan sedimentasi, status serta penggunaan lahan, akses, dan persetujuan masyarakat.

KELAS PRIORITAS

Rekomendasi tindakan per polygon

Keamanan didahulukan: data rendah diperiksa sebelum rekomendasi, area sangat kecil tidak diprioritaskan, dan lokasi berisiko tinggi diarahkan pada perlindungan pantai terlebih dahulu.

P1 · Penanaman aktif

Kebutuhan ≥65 dan kelayakan ≥70 setelah risiko tinggi disaring.

P2 · Regenerasi alami terbantu

Kelayakan ≥68, tetapi belum memenuhi kombinasi P1.

P3 · Pemulihan hidrologi

Kelayakan 48–67; konektivitas pasang surut perlu diperbaiki.

P4 · Perlindungan pantai dahulu

Risiko ≥70; stabilkan pantai sebelum mempertimbangkan penanaman.

P5 · Perlindungan mangrove eksisting

Kelayakan <48; penambahan tanaman bukan tindakan utama.

X · Tidak diprioritaskan

Luas polygon <0,05 ha atau terlalu kecil untuk prioritas operasional.

U · Data belum memadai

Keyakinan citra rendah; rekomendasi menunggu observasi yang memadai.

Urutan keputusanData rendah → UArea <0,05 ha → XRisiko ≥70 → P4Selanjutnya → P1, P2, P3, atau P5
Metode: mangrove-priority-2016-2025-v0.1 · pembaruan otomatis: 10 Januari setiap tahun · resolusi analisis: 10 m