Logo Yayasan GambutYG GeoPortalProgram Dayun
APRIL Group · Yayasan Gambut

KUPS Rimba Sejahtera

Penguatan KUPS Rimba Sejahtera dan Pengelolaan Agroforestri Berkelanjutan di Kampung Dayun. Program 12 bulan mencakup verifikasi dan asesmen KPI Gold, Business Plan, register digital dan monitoring kebun nanas, pengembangan produk dan pasar, serta local champions dan keberlanjutan.

◷ 12 bulan⌖ Kampung Dayun, Siak◉ Mulai Oktober 2026
Lokasi program

Kebun dalam bentang Kampung Dayun

KUPS Rimba Sejahtera merupakan unit usaha agroforestri pada HKm Mandiri Sejahtera. Peta menampilkan pembagian areal kebun di Kampung Dayun.

Buka peta lengkap →
Memuat peta lokasi kebun…
Arah program

Empat perubahan yang ingin dicapai

Lima Targeted Coaching, empat supervisi teknis kebun, dan pendampingan Fasdes mendukung penguatan kelompok selama 12 bulan.

Tahapan program

Perjalanan program · Oktober 2026–September 2027

Jadwal 23 kegiatan utama selama 12 bulan. Bulan 1 dimulai pada Oktober 2026.

Perkembangan program

Perkembangan lapangan

Catatan kegiatan, pembelajaran, dan tindak lanjut bersama kelompok dan mitra di Kampung Dayun.

Peserta kunjungan BP2SDM berfoto bersama di areal agroforestri HKm Mandiri Sejahtera
3 foto · buka rincian kegiatan
Kampung Dayun, SiakPembelajaran lapangan

Praktik Lapang Pelatihan Pembuatan Rancangan Agroforestri

Sebanyak 66 peserta mengikuti praktik lapang di HKm Mandiri Sejahtera, mempelajari perencanaan agroforestri, pengelolaan kebun, dan pengembangan usaha KUPS Rimba Sejahtera.

Lihat hasil kegiatan

Praktik lapang di Dayun

Sebanyak 66 peserta mengikuti praktik lapang dalam Pelatihan Pembuatan Rancangan Agroforestri yang diselenggarakan oleh Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah II bersama DLHK Provinsi Riau. Yayasan Gambut hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama kelompok perhutanan sosial, KPH pendamping, dan mitra.

Pembelajaran di areal agroforestri

Peserta mempelajari perencanaan areal, pengumpulan dan pengolahan data, serta kombinasi tanaman kehutanan, buah-buahan, dan tanaman sela. Diskusi membahas pemilihan jenis, jarak tanam, dan penyesuaian rancangan agroforestri dengan kondisi setempat serta Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS).

Pengalaman HKm Mandiri Sejahtera menunjukkan bahwa pengembangan agroforestri memerlukan komitmen anggota, pendampingan berkelanjutan, dan kesepakatan kemitraan yang jelas. Pengelolaan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekosistem sekaligus memperkuat sumber pendapatan masyarakat.

Pengembangan usaha KUPS Rimba Sejahtera

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah produksi untuk melihat pengembangan produk turunan nenas. Fasilitas yang tersedia meliputi oven, freezer, showcase, mesin pasteurisasi, dan peralatan pendukung lainnya.

KUPS Rimba Sejahtera mengembangkan bolu, pace, dodol, dan selai. Penjualan awal keempat produk tersebut mencapai Rp2.210.000, menjadi bagian dari upaya kelompok membangun usaha yang menghubungkan budidaya, pengolahan, dan pemasaran.

Dokumentasi kegiatan

Foto bersama peserta kick-off meeting agroforestri Dayun di depan bangunan
Lihat foto lengkap ↗
Kampung Dayun, SiakKoordinasi awal

Kick-off Program Agroforestri Dayun

Pertemuan kelompok dan mitra membahas penguatan budidaya nenas, pencatatan kebun, komunikasi, serta pengembangan usaha KUPS Rimba Sejahtera pada HKm Mandiri Sejahtera.

Lihat hasil pertemuan

Hasil utama

  • Perbaikan pemeliharaan, pemupukan, aplikasi Ethrel, dan penanganan busuk buah.
  • Penguatan database serta histori budidaya dan pemupukan sebagai bahan pembelajaran.
  • Kejelasan koordinasi, kewenangan, SOP komunikasi, dan penyelesaian konflik.
  • Pengembangan dokumentasi, testimoni, dan produk turunan nenas.

Peserta

Perwakilan Penghulu Kampung Dayun (Fino), APRIL (Khairul dan Priyo), RECOFTC (Lisa dan Dorin), NPM (Samsurya, Husnul, dan Alfred), HKm Mandiri Sejahtera, KUPS Rimba Sejahtera, serta Yayasan Gambut (Mulyadi, Rian, dan Zamharir).

Budidaya dan kondisi kebun

Samsurya dan Husnul menyampaikan bahwa sekitar 60 ribu bibit nenas telah ditanam dan sekitar 19 ribu sudah dipanen. Penanaman dilakukan tidak serentak. Angka tersebut merupakan informasi yang disampaikan dalam pertemuan pada 14 September 2026.

Kendala utama meliputi pemeliharaan, pemupukan, keterbatasan modal, pergantian pekerja, dan proses yang sempat tertunda sekitar delapan bulan karena menunggu penebangan akasia. Pemupukan direncanakan sekitar empat kali setahun, tetapi dalam pelaksanaannya kadang hanya dua sampai tiga kali. Kelompok telah melibatkan Buk Apok sebagai praktisi nenas untuk memberikan masukan.

Waktu aplikasi Ethrel perlu ditinjau bersama kondisi cuaca, praktik budidaya, dan penyakit. Pengalaman pembusukan buah pada periode tertentu menjadi bahan evaluasi lebih lanjut; penyebabnya belum disimpulkan dalam pertemuan.

Komunikasi dan kelembagaan

Pertemuan menekankan perlunya garis koordinasi yang jelas, pembagian kewenangan dan tanggung jawab, mekanisme pengaduan, serta SOP komunikasi dan penyelesaian konflik. Ketepatan pembayaran upah pekerjaan juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga anggota.

Dokumentasi dan pengembangan usaha

Penguatan database, success story, testimoni perjalanan HKm Mandiri Sejahtera, dan produk turunan nenas menjadi bagian dari pengembangan kelompok. Terdapat dukungan dosen Universitas Riau melalui pengabdian masyarakat serta rencana kanal YouTube KUPS Rimba Sejahtera. Kamera GoPro telah tersedia; penentuan penanggung jawab dan coaching pembuatan konten menjadi kebutuhan berikutnya.

Tindak lanjut yang diidentifikasi

  • Memperbaiki praktik budidaya dan merapikan histori data kebun serta pemupukan.
  • Menyusun SOP komunikasi dan penyelesaian konflik, dengan koordinasi serta tanggung jawab yang jelas.
  • Menentukan penanggung jawab dokumentasi dan menyiapkan coaching konten/video kreatif.
  • Mengembangkan publikasi perjalanan kelompok dan peluang produk turunan nenas.