Logo Yayasan Gambut YG GeoPortal Program Dayun
← Kembali ke SOP Nanas Diagnosis HPT
PANDUAN LAPANGAN

Diagnosis HPT nanas

Kenali gejala, tentukan tingkat serangan per gawangan, dan ikuti urutan pengendalian. Foto referensi membantu pembandingan awal; diagnosis dan tindakan ditetapkan pendamping teknis.

PENGAMATAN GAWANGAN

Hitung tingkat serangan

Data luas terisi otomatis dari peta. Periksa tanaman mengikuti jalur yang mewakili bagian awal, tengah, dan akhir gawangan. Persentase digunakan untuk penyaringan operasional, bukan ambang ekonomi otomatis.

Dokumentasi lapangan

Temuan pada buah nanas Dayun

Dokumentasi dilakukan di areal Agroforestri Dayun pada 14 April 2026. Gejala busuk telah ditemukan pada buah dan perlu segera ditangani. Pemeriksaan lanjutan digunakan untuk memastikan penyebab serta menentukan pencegahan yang paling sesuai.

TANGGAL DOKUMENTASI14 April 2026Pemeriksaan buah setelah panen
LOKASIAgroforestri DayunCatat nomor gawangan pada pemeriksaan berikutnya
STATUSTemuan lapanganPenyebab penyakit masih diperiksa
TEMUAN LAPANGAN

Diduga kuat disebabkan jamur

Busuk cokelat hingga hitam ditemukan di dalam mata buah. Penyebab yang perlu diperiksa adalah kelompok Fusarium atau Talaromyces/Penicillium.

Tindakan segera di gawangan

1SortasiKeluarkan buah bergejala dari hasil panen. Jangan digunakan untuk penjualan, konsumsi, pengolahan, pakan, atau bahan tanam.
2SanitasiKeluarkan buah dan sisa tanaman yang membusuk. Bersihkan pisau, wadah, serta alat panen sebelum berpindah gawangan.
3Periksa sekitarPeriksa tanaman pada gawangan yang sama dan dua gawangan terdekat, termasuk bagian dalam buah sampel.
4Catat kejadianRekam gawangan, jumlah buah diperiksa, jumlah terserang, varietas, umur panen, dan kondisi cuaca.
SKENARIO HASIL PEMERIKSAAN

Pilih penanganan sesuai penyebab

JIKA FUSARIUM
Lindungi fase pembungaan
  • Pantau bunga dan buah muda setiap minggu.
  • Hindari bunga terus-menerus basah dan cegah luka pada buah muda.
  • Atur induksi agar pembungaan tidak bertepatan dengan periode hujan tinggi.
  • Jangan mengambil bahan tanam dari tanaman yang menghasilkan buah bergejala.
JIKA TALAROMYCES/PENICILLIUM
Perkuat sanitasi kebun
  • Bersihkan sisa bunga, buah jatuh, dan bahan organik yang membusuk.
  • Kendalikan gulma untuk memperbaiki sirkulasi udara.
  • Hindari penyiraman langsung ke bunga dan buah.
  • Cuci dan keringkan keranjang serta meja sortasi setelah digunakan.
JIKA TERNYATA BAKTERI
Isolasi lokasi temuan
  • Hentikan pemindahan buah, mahkota, dan anakan dari lokasi tersebut.
  • Cabut tanaman yang mengalami busuk pada titik tumbuh.
  • Hindari bekerja ketika tanaman basah dan cegah percikan air antartanaman.
  • Jangan menggunakan fungisida untuk penyakit bakteri.
Kenali gejala

HPT utama nanas

Bandingkan lebih dari satu ciri. Warna daun saja belum cukup untuk memastikan penyebab.

Contoh bentuk larva uret berwarna putih dengan tubuh melengkung dan kepala cokelat Contoh larva uret · buka sumber ↗
Hama

Uret

Lepidiota stigma dan Oryctes rhinoceros

Ciri pembanding

  • Tanaman tampak seperti kekurangan air.
  • Daun bagian dalam menguning lalu gugur.
  • Serangan berat membuat pangkal terangkat dan tanaman mudah tercabut.

Tindakan bertahap

Pencegahan Jaga sanitasi bahan organik, periksa media dan akar sebelum tanam, serta catat titik kemunculan kumbang atau larva.
Tindakan segera Buka zona akar secara terbatas, kumpulkan larva manual, tandai tanaman terdampak, dan periksa tanaman di sekelilingnya.
Pengendalian lanjutan Pendamping dapat menetapkan agens hayati Metarhizium anisopliae. Hindari olah tanah dalam pada gambut. Insektisida hanya jika terdaftar untuk nanas dan sasaran yang ditemukan.
Evaluasi Periksa ulang 7–14 hari: tanaman baru bergejala, larva ditemukan, dan kondisi akar.
Contoh koloni kutu putih pada tanaman nanas Foto: Kerala Agricultural University ↗
Hama & vektor

Kutu putih

Dysmicoccus brevipes dan D. neobrevipes

Ciri pembanding

  • Koloni putih ditemukan dari perakaran menuju pucuk.
  • Daun menjadi keemasan, merah atau merah muda dengan garis kuning di tepi.
  • Dapat menjadi vektor penyakit layu nanas.

Tindakan bertahap

Pencegahan Gunakan bibit sehat, pisahkan bibit terinfestasi, bersihkan gulma, dan pantau semut yang membantu penyebaran kutu putih.
Tindakan segera Tandai koloni, periksa pangkal dan akar, isolasi tanaman berat, serta bersihkan alat sebelum pindah gawangan.
Pengendalian lanjutan Perlakuan air panas 50°C selama 30 menit hanya untuk bahan tanam dan harus dikendalikan pendamping. Agens hayati dapat dipertimbangkan. Insektisida mengikuti label produk terdaftar.
Evaluasi Periksa ulang koloni, semut, dan perubahan warna daun setelah 7–14 hari.
Buah nanas Dayun dengan rongga tidak beraturan dan jaringan buah terbuka akibat gigitan tikus Dokumentasi lapangan Dayun · 15 September 2026
Hama

Tikus

Rattus argentiventer, R. exulans, R. tiomanicus

Ciri pembanding

  • Buah berlubang atau terkoyak dari permukaan dengan rongga tidak beraturan dan daging buah terbuka.
  • Tepi kerusakan tampak seperti bekas gigitan; bagian dalam dapat tetap kuning sebelum terjadi busuk sekunder.
  • Jejak, lorong, kotoran, atau buah rusak lain dapat ditemukan di sekitar lokasi.

Tindakan bertahap

Pencegahan Bersihkan gulma rapat, sisa buah, dan tempat berlindung; petakan jalur, lubang, jejak, serta waktu kerusakan.
Tindakan segera Pisahkan buah rusak, panen buah matang tepat waktu, lalu pasang perangkap mekanis pada jalur aktif dengan pemeriksaan harian.
Pengendalian lanjutan Dukung predator alami seperti burung hantu. Umpan atau rodentisida hanya melalui stasiun umpan terlindung, produk terdaftar, pencatatan jumlah, dan pengawasan pendamping.
Evaluasi Hitung buah rusak, perangkap aktif, dan jejak baru setiap 3–7 hari.
Contoh tanaman nanas dengan gejala layu terkait mealybug wilt Foto referensi · buka sumber ↗
Penyakit

Layu nanas

Mealybug Wilt of Pineapple

Ciri pembanding

  • Daun cokelat kemerahan lalu merah muda.
  • Ujung daun menggulung atau menjadi kaku.
  • Akar terhambat dan membusuk; tanaman akhirnya layu.

Tindakan bertahap

Pencegahan Gunakan bibit bebas kutu putih dan gejala layu; kendalikan vektor sejak persemaian.
Tindakan segera Tandai tanaman, periksa kutu putih pada akar/pangkal, batasi perpindahan bibit, dan pisahkan tanaman bergejala berat tanpa pembakaran.
Pengendalian lanjutan Fokus pada pengendalian kutu putih sebagai vektor. Tanaman yang sudah terserang virus tidak dipulihkan hanya dengan penyemprotan.
Evaluasi Periksa tanaman sekitar dan perluasan gejala setiap 7–14 hari.
Contoh busuk hitam pada buah nanas Foto referensi · buka sumber ↗
Penyakit

Busuk pangkal / busuk hitam

Ceratocystis paradoxa

Ciri pembanding

  • Pangkal bibit membusuk dan berwarna cokelat.
  • Bercak putih kekuningan atau garis lebar pada daun.
  • Buah terinfeksi membusuk lalu menghitam.

Tindakan bertahap

Pencegahan Gunakan bibit sehat dan kering, hindari luka, sanitasi pisau, serta tanam ketika cuaca relatif kering.
Tindakan segera Pisahkan bibit atau buah busuk, bersihkan alat, hentikan pemindahan bahan sakit, dan dokumentasikan sumber bibit.
Pengendalian lanjutan Pendamping menilai perlakuan bahan tanam dengan PGPR atau fungisida yang terdaftar dan sesuai label; aplikasi tidak dilakukan berdasarkan perkiraan.
Evaluasi Periksa pembusukan baru pada pangkal dan buah setelah hujan atau penanganan.
Contoh gejala busuk hati pada tanaman nanas Foto: Scot Nelson · buka sumber ↗
Penyakit

Busuk akar / busuk hati

Phytophthora cinnamomi dan P. nicotianae

Ciri pembanding

  • Daun hijau belang kuning dan ujungnya mati.
  • Daun muda mudah dicabut.
  • Pangkal cokelat, membusuk, dan berbau.

Tindakan bertahap

Pencegahan Cegah genangan di pangkal tanpa membuat drainase dalam dan hindari pemindahan tanah atau bibit dari titik sakit.
Tindakan segera Cabut daun muda untuk memeriksa bau dan busuk, tandai titik, isolasi, lalu keluarkan tanaman berat tanpa pembakaran.
Pengendalian lanjutan Pendamping dapat menetapkan Trichoderma/Tricho-kompos; pedoman memberi contoh 200 g per lubang dua minggu sebelum tanam. Fungisida hanya untuk bahan dan sasaran yang terdaftar.
Evaluasi Periksa genangan, bau busuk, dan tanaman baru bergejala setiap 7 hari pada kondisi basah.
URUTAN KEPUTUSAN

Dari temuan sampai evaluasi

  1. Temukan Catat gawangan, gejala, jumlah, cuaca, dan foto aktual.
  2. Bandingkan Periksa ciri pembeda dan penyebab non-HPT seperti air atau hara.
  3. Tetapkan Pendamping menentukan tindakan kultur teknis, mekanis, atau biologis.
  4. Kendalikan Kimiawi hanya pilihan terakhir dengan produk terdaftar dan label yang sesuai.
  5. Periksa ulang Catat perubahan jumlah tanaman bergejala dan efektivitas tindakan.
Foto dan rujukan

Foto pada kartu Tikus dan galeri temuan merupakan dokumentasi lapangan Dayun. Foto HPT lainnya digunakan sebagai pembanding visual dari sumber rujukan. Diagnosis tidak ditetapkan hanya dari foto.

Pedoman resmi ↗