Logo Yayasan GambutYG GeoPortalProgram Dayun
← Kembali ke PanduanRambutan
PANDUAN KOMODITAS

Budidaya rambutan

Panduan operasional rambutan sebagai pohon MPTS pada gawangan agroforestri Dayun. Perencanaan bahan dihitung per pohon aktif, sedangkan keputusan aplikasi mengikuti umur, kondisi tajuk, pH, air, dan pemeriksaan lapangan.

Dokumentasi lapangan
Foto bibit, tajuk, pangkal batang, gejala gangguan, pembungaan, buah, dan hasil panen ditempatkan pada catatan gawangan.
Satuan populasi: pohon utuh
KONTROL SEBELUM TINDAKAN

Parameter kerja rambutan Dayun

Data gawangan dipakai untuk memilih sasaran. Kondisi pohon yang diperiksa di lapangan tetap menjadi dasar tindakan.

pH tanah aktualBelum diisiUkur di zona akar; jangan memakai kategori umum sebagai pengganti angka.
Umur pohonOtomatisDihitung dari periode tanam pada data gawangan.
Populasi aktifPohon utuhAngka awal dibulatkan, lalu dikoreksi dari sensus hidup.
Status dosisPerlu disahkanGunakan dosis kerja per pohon yang sudah dipilih dari hasil pemeriksaan.
Dolomit tidak dihitung otomatis. Kebutuhan pembenah tanah ditentukan dari pH aktual, target perbaikan, sifat gambut/tanah, kedalaman zona akar, mutu bahan, dan tata air. Jangan mengeringkan gambut atau membuka drainase dalam.
PROGRAM BERDASARKAN FASE

Pemeliharaan dan pemupukan

Jadwal adalah waktu pemeriksaan dan pengambilan keputusan, bukan perintah memberi dosis yang sama ke seluruh gawangan.

FaseWaktu pemeriksaanFokus kerjaDasar keputusan bahan
0–12 bulan
Pembentukan awal
Setelah tanam, lalu sekurangnya tiap 3 bulanTanaman hidup, ajir, mulsa, piringan, air, dan pembentukan batangpH, kelembapan, vigor, warna daun, dan riwayat bahan
13–36 bulan
Pembentukan tajuk
Evaluasi 2–3 kali per tahun dan setelah gangguan cuacaTajuk seimbang, cabang utama, ruang tumbuh bersama nanas, sanitasiUmur, diameter tajuk/batang, hasil tanah/daun bila tersedia, dan respons aplikasi sebelumnya
Menjelang berbunga
Transisi produktif
Sebelum periode pembungaan setempatKesehatan tajuk, stres air, riwayat bunga, dan kesiapan cabang produktifHindari dorongan nitrogen berlebih; tetapkan bahan setelah diagnosis
Setelah panen
Pemulihan
Segera setelah panen dan pemangkasan sanitasiBuah/cabang rusak, tajuk, pemulihan pohon, dan rencana musim berikutnyaHasil panen per pohon, kondisi daun, pH, cuaca, dan analisis tanah/daun
Aturan Dayun: hitung kebutuhan berdasarkan jumlah pohon hidup yang benar-benar menjadi sasaran. Catat setiap bahan secara terpisah. Dosis pupuk kimia, organik, dan pembenah tanah tidak boleh disatukan menjadi satu angka “pupuk”.
ALAT RENCANA PER POHON

Kalkulator kebutuhan bahan

Pilih gawangan rambutan. Sistem membaca periode tanam dan populasi, membulatkan jumlah menjadi pohon utuh, lalu menghitung kebutuhan dari dosis kerja per pohon.

Hanya gawangan dengan rambutan yang ditampilkan.
Umur dihitung dari periode tanam.
Awalnya dari data; sesuaikan dengan sensus pohon hidup.
Hitung setiap bahan secara terpisah.
Jangan mengisi dari perkiraan tanpa pemeriksaan.
Pilih satuan yang sama dengan catatan kerja.
Default 0%; hanya untuk perencanaan pengadaan.
Dipakai untuk perkiraan kemasan penuh.
Panduan kebun

Tahapan budidaya

Dari inventarisasi hingga panen untuk rambutan yang tumbuh bersama komoditas lain di gawangan.

01–02Inventarisasi & bibit03–04Tanam & pelihara05–06Nutrisi & tajuk07–08Lindungi & panen
Kondisi DayunRambutan diperlakukan sebagai pohon MPTS di dalam sistem agroforestri. Jaga tata air gambut, akses kerja, dan ruang cahaya komoditas bawah.
01Inventarisasi dan keselamatanPeta, pohon hidup, air, akses, dan alat

Langkah kerja

  • Pastikan kode blok/gawangan dan batas kerja sesuai peta; hindari kegiatan di luar areal.
  • Hitung pohon hidup, mati, sakit, dan kosong sebagai bilangan utuh; jangan mempertahankan hasil populasi desimal.
  • Periksa genangan, kekeringan, akses, saluran yang ada, serta risiko cabang jatuh.
  • Gunakan alat layak dan APD sesuai kegiatan; jangan membakar vegetasi.
Catat: tanggal, gawangan, pohon hidup/mati, kondisi air, cuaca, petugas, dan foto awal.
02Bahan tanam dan penelusuranBibit sehat, varietas jelas, dan asal tercatat

Langkah kerja

  • Pilih bibit sehat, batang kokoh, perakaran baik, sambungan normal bila okulasi/sambung, dan bebas gejala gangguan.
  • Catat varietas atau sumber bahan tanam; jangan mencampur identitas bibit tanpa penandaan.
  • Lindungi akar dari kering dan kerusakan selama pengangkutan; pisahkan bibit yang meragukan.
  • Siapkan bibit sulaman sekelas untuk titik mati setelah penyebab kematian diperiksa.
Catat: varietas/sumber, jumlah diterima, ditolak, ditanam, dan disulam.
03Penataan dan penanamanTitik tanam, lubang, ajir, dan mulsa

Langkah kerja

  • Gunakan titik dan pola dalam rencana blok. Jarak setara pada data harus diverifikasi sebagai posisi pohon sebenarnya di lapangan.
  • Buat lubang sesuai ukuran perakaran tanpa mencampur bahan yang belum matang langsung dengan akar.
  • Tanam saat media lembap dan tidak tergenang; posisikan leher akar setara permukaan, padatkan ringan, lalu pasang ajir.
  • Mulsa tidak menyentuh pangkal batang. Jangan membuat drainase dalam pada gambut.
Catat: titik/jarak, jumlah tanam, ukuran lubang, bahan dasar, ajir, mulsa, dan tanggal.
04Air, piringan, dan gulmaZona akar terlindungi tanpa kompetisi berat

Langkah kerja

  • Periksa kelembapan dan genangan terutama pada fase awal dan setelah cuaca ekstrem.
  • Jaga piringan secukupnya agar pemeriksaan pangkal dan aplikasi bahan dapat dilakukan tanpa melukai akar dangkal.
  • Kendalikan gulma sebelum menutup bibit; pertahankan penutup tanah yang aman di antara jalur.
  • Perbaiki ajir, tanaman miring, mulsa yang menempel batang, atau kerusakan mekanis.
Catat: kondisi air, tingkat gulma, pohon miring/rusak, dan tindakan.
05Nutrisi berbasis pohonUmur, pH, tajuk, tanah/daun, dan riwayat

Langkah kerja

  • Gunakan umur aktual, jumlah pohon hidup, pH, kondisi tajuk, pertumbuhan, hasil tanah/daun bila tersedia, serta riwayat aplikasi.
  • Evaluasi fase 0–12 bulan sekurangnya tiap 3 bulan; fase 13–36 bulan sebanyak 2–3 kali per tahun; pohon produktif dievaluasi sebelum berbunga dan setelah panen.
  • Aplikasikan bahan pada zona akar aktif, tidak menempel batang, dan dibagi merata sesuai keputusan kerja.
  • Tunda saat hujan lebat, lahan tergenang, angin kuat, atau pohon stres. Ukur respons sebelum mengulang.
Catat: pH, bahan, dosis/pohon, pohon sasaran, total bahan, tanggal, cuaca, petugas, dan sisa.
06Pembentukan dan pemangkasan tajukCabang kuat, cahaya cukup, dan jalur aman

Langkah kerja

  • Pada pohon muda, pilih batang/cabang utama yang sehat dan seimbang; buang tunas liar, cabang patah, sakit, bersilang, atau terlalu rendah secara bertahap.
  • Jangan memangkas berat sekaligus. Gunakan alat tajam dan bersih, serta hindari luka robek.
  • Jaga ruang cahaya dan akses untuk nanas/komoditas bawah tanpa merusak struktur pohon rambutan.
  • Sanitasi alat antar pohon bergejala dan keluarkan bahan sakit sesuai arahan teknis.
Catat: pohon dipangkas, jenis cabang, alasan, alat, kondisi luka, dan foto sesudah.
07Hama, penyakit, dan sanitasiAmati daun, pucuk, batang, bunga, dan buah

Langkah kerja

  • Amati perubahan warna, bercak, pucuk mati, luka/serbuk pada batang, jamur, buah rusak, serta keberadaan organisme pengganggu.
  • Tandai pohon, hitung jumlah terdampak, foto gejala dan bagian sehat pembanding, lalu periksa ulang.
  • Lakukan sanitasi dan perbaikan kondisi kebun terlebih dahulu sesuai diagnosis.
  • Gunakan pestisida hanya setelah penyebab dikenali, mengikuti label yang berlaku, APD, dan arahan teknis.
Catat: nomor/titik pohon, gejala, jumlah terdampak, foto, tindakan, bahan, dan hasil ulang.
08Pembungaan, panen, dan evaluasiKematangan, mutu, hasil per pohon, dan pemulihan

Langkah kerja

  • Catat awal bunga dan buah per pohon untuk membaca pola musim, bukan hanya total gawangan.
  • Nilai kematangan dari warna kulit/rambut, rasa/aroma sampel, keseragaman, dan tujuan pasar.
  • Panen dengan alat bersih tanpa menarik atau merusak cabang; teduhkan hasil dan pisahkan buah rusak.
  • Setelah panen lakukan sanitasi, pemangkasan ringan yang perlu, lalu nilai pemulihan dan kebutuhan hara.
Catat: tanggal, pohon dipanen, jumlah/tandan, berat, kelas mutu, buah ditolak, tujuan, dan tindak lanjut.
Format catatan minimum: tanggal dan jam · blok/gawangan · nomor/jumlah pohon · umur/fase · cuaca dan air · kegiatan · bahan, dosis/pohon, dan total · petugas · kondisi sebelum/sesudah · foto · tindak lanjut.
Rujukan teknis

Urutan budidaya dirangkum dari bahan teknis rambutan Kementerian Pertanian dan disesuaikan untuk pencatatan lapangan Dayun. Dosis bahan tetap memerlukan pemeriksaan kondisi tapak dan pengesahan kerja.

Buka sumber resmi ↗